Sayang dan Respect itu Berbeda

Bukti Kamu Harus Sadar, Hatinya tak sepenuhnya Untukmu.
1. Saat ia ingin denganmu, alasan kepada orang terdekatnya adalah bukan kamu. Sebab ia ingin menjaga hati orang yang ia sayang. Jika benar kamu ada dihatinya, kamu akan menjadi alasan terbesarnya
2. Saat suami dan anaknya menemaninya atas sesuatu yang dia butuhkan, ia mengapresiasinya dengan bangga. Namun, saat kamu mengorbankan waktu untuknya hanya dianggap sebagai pendamping semata. Berterimakasih hanya kepadamu dan tak mau dunia tahu. Itu menunjukkan betapa dia sangat bersyukur dan menghargai atas waktu yang diberikan keluarganya untuknya, namun tidak untuk waktumu.
3. Saat kamu butuh bahu dan tubuh untuk bersandar, dan berkeluh kesah atas buruknya waktu, ia terganggu. Menyepelekan rasamu dan menganggap kamu anak kecil yang membesarkan sesuatu. Bahkan hanya muncul rasa kasihan dan membiarkan masalahmu berlalu. Dia tak Excited atas apa yang kamu rasakan. Bahkan saat kamu mengungkapkan rasamu padanya sekedar ingin berbagi rasa, selalu berakhir menjadi topik pertengkaran semata. 
Saat kamu minta diapresiasi atas cerita baikmu, dia hanya menjadikan bahan perbandingan dengan hidupnya. Seolah olah pencapaianmu tak ternilai olehnya. Hanya terungkapkan dari kata pujiannya semata. 
4. Dia boleh cemburu, atas dasar sayang. Boleh posesif karena kamu miliknya. Namun, kamu hanya boleh sebatas sayang, tanpa harus cemburu dan seposesif itu. Dia sakit saat kamu dengan duniamu, namun menganggap kamu mencari masalah saat kamu membatasi dunianya. 
5. Dia sering menceritakan tentang pengorbanannya kepadamu, mengingat ingat apa saja yng pernah dilakukan untukmu. Padahal banyak hal yang kamu korbankan juga untuknya. Hanya karena kamu belum menikah dan memiliki keluarga sepertinya, kamu dianggap tak perlu mengorbankan apa apa. 
6. Selalu seolah olah aku harus merasakan berada di posisinya tanpa memperdulikan posisiku pada dirinya. Terbaca sangat kasar memang, namun jika ini terbaca dengan hati maka akan menjadi evaluasi bukan justifikasi. 

Ingin apa darinya? harusnya seimbang, harusnya adil jika memang benar ada aku disuatu tempat dihatimu itu. Tak perlu bukti, sebab hati akan memberikannya sendiri, dan sikap adalah hasil implementasi hati manusia. Sebab itu, Tunjukkan aku ada dihati sebelah mana? 

Comments

Popular posts from this blog

Semakin Sadar

Sadarku

Mata Kelembutan