Posts

Showing posts from February, 2025

Sayang dan Respect itu Berbeda

Bukti Kamu Harus Sadar, Hatinya tak sepenuhnya Untukmu. 1. Saat ia ingin denganmu, alasan kepada orang terdekatnya adalah bukan kamu. Sebab ia ingin menjaga hati orang yang ia sayang. Jika benar kamu ada dihatinya, kamu akan menjadi alasan terbesarnya 2. Saat suami dan anaknya menemaninya atas sesuatu yang dia butuhkan, ia mengapresiasinya dengan bangga. Namun, saat kamu mengorbankan waktu untuknya hanya dianggap sebagai pendamping semata. Berterimakasih hanya kepadamu dan tak mau dunia tahu. Itu menunjukkan betapa dia sangat bersyukur dan menghargai atas waktu yang diberikan keluarganya untuknya, namun tidak untuk waktumu. 3. Saat kamu butuh bahu dan tubuh untuk bersandar, dan berkeluh kesah atas buruknya waktu, ia terganggu. Menyepelekan rasamu dan menganggap kamu anak kecil yang membesarkan sesuatu. Bahkan hanya muncul rasa kasihan dan membiarkan masalahmu berlalu. Dia tak Excited atas apa yang kamu rasakan. Bahkan saat kamu mengungkapkan rasamu padanya sekedar ingin berbagi rasa, s...

Ujung Rasa

Dua hari ini aku rasa seperti jauh darinya. Pikiran dikepala kalang kabut tak menentu. Aku tak pernah merasakan sakit yang sebegitunya dalam hidupku. Sesalku, mengapa demikian terjadi padaku dengan seorang yang diluar kendaliku.  Menurut quotes Instagram yang berseliweran, Cinta sejati adalah yang paling mampu mengikhlaskan.  Mungkin itu quotes yang harusnya sudah lama aku ikuti. Bukan malah denial dengan yang terjadi.  Tuhan apakah adil denganku?  Membuatku jatuh cinta luar biasa kepada seseorang yang hatinya sudah terisi ikatan suci, yang walau fisik dan mulutnya berkata aku pada belahan hati yang lain, namun sepertinya dipojok akhir setial rasa, hatinya tak bisa berbohong... Penuh dengan cinta untuk normalnya manusia. Dan ku tak pernah ada hak atas hatinya.  Mungkin salah satu cara agar dia tak lagi merasakan sakit adalah dengan melepaskan. Aku bahkan tak mampu lagi melihat diriku sendiri yang sangat begitu naif dan bodoh atas sikap tololku.  Manusia apa...

Inilah Jawaban

Akhirnya aku mengerti apa yang selama ini ia fikirkan, ia rasakan, ia tetapkan. Mata yang meneteskan air dengan kepenuhan hati dan jiwa itu berkata : Kamu tidak sayang aku, itu bukan sayang. Kamu tidak bisa menerima aku dan wong e.  Tak tau mengapa, hatiku pilu... Langsung terasa perihnya.  Ternyata semua yang aku fikirkan kali ini tepat sasaran. Tak ada yang meleset sedikitpun.  Ternyata ini jawabnnya... Ini yang dia inginkan. Sebatas itu ternyata hatinya.  Ya Allaah semua rasa ini darimu, dan akan aku kembalikan padamu.  Terimakasih ya Allah... terimakasih.