Posts

Showing posts from February, 2018

Senyum mu

Haha. Memang aku lucu dan saya rasa sangat parno. Kamu tau kenapa? Kau tau? Banyak ungkapan kalo di dunia ini kita harus bisa jadi orang munafik. Itu menyakitkan. Bahkan dalam ajaran tuhan saja, dajjal rata rata pengikutnya adalah munafik. Kau tau siapa yang dinamakan munafik? Dia yang berkata bohong, ketika berjanji mengingkari dan jika dipercaya menghianati. Atau tenarnya kalo kalian punya banyak muka. Apa yang paling menyakitkan dalam kehidupan? Diremehkan dan dibohongi. Itu kejahatan tersadis dalam kehidupan. Apalagi kalau dilakukan teman sendiri. Rasabya seperti makan api dalam nanah. Mungkin menurutmu penting, kalau kamu harus tersenyum untuk semua orang, tapi apa harus dengan kebohongan? Senyum itu keindahan. Dan keindahan itu suatu kesenangan. Itu seni, harus dengan hati. Manusia mungkin banyak gimmic nya. Karenanya ia suka drama korea. Jahatnya tidak terlihat nyata, tapi kalo kamu harus pura"? Sungguh hidupmu bagai tupai berbulu serigala. Entah bagaimana dunia begit...

Setitik Malang

Aku suka kota Malang sehabis Hujan. Terlihat seksi dan menyenangkan. Dengan hiruk pikuknya yang menyejukkan. Bagai surga di cepitan hati.

MemandangMu

Kau lihat langit yang luas itu? Iya langit itu begitu luas. Entah di mana ujungnya. Begitu juga dengan diriku yang perlahan menghinakan nurani. Entah di mana batas manusia. Saling kenal, sapa, dan berdampingan. Begitu saja tanpa kita bisa menyutradarainya. Haha Mungkin bagimu dunia ini sebuah kenyataan. Tapi bagiku seperti melayang. Tubuhku tidak menemukan tumpuan. Bagai berjalan tanpa tujuan. Lalu aku marah pada yang menciptakan. Dan begitu saja bersujud berpasrah saat aku terpuruk. Alam akhirat yang digadang"kan menjadi pijakan hidup selanjutnya ku rasa akan seasyik taman kota. Kau lihat dan rasa dunia ini, serasa banyak sekali yang harus kamu lakukan demi bisa bertahan menanti giliran panggilan. Kejam. Iya.... Hari ini aku lalui dengan sedikit senyuman. Entah karena apa. Biasanya aku hanya cemberut, bermalas-malasan atau lelah lunglai gitu. Jadi manusia itu susah susah gampang. Banyak alasan, banyak aturan, himbauan. Seperti manusia tak diciptakan demi kebebasan. Atau karena ...

Hati dan fikiranku

Entah aku tlah lama jauh dari rumah atau bagaimana. Tapi aku merasa keluargaku tak pernah menyayangiku. Ibuku, dia yang selalu mengerti aku tapi dulu. Sebelum fikirannya termakan oleh kebutuhan-kebutuhan yang menyebabkan hidupnya selalu diperbudak Uang. Sudah lama ayahku yang bekerja sebagai tukang bangunan berhenti mencari nafkah. Baginya, di dunia ini hanya satu pekerjaan. Ya tukang bangunan saja, menyebabkan ia berputus asa dengan pekerjaan lain. Ia sakit, kakinya sulit digunakan untuk berjalan dengan baik. Kata dokter, ia terkena asam urat juga sarafnya terjepit akibat kecelakaan 7 th lalu. Wah lama juga,,,  ternyata ibuku menjadi penafkah tunggal sekitar 7 th yang lalu ya. Sangat kuat untuk ukuran wanita. Iya.... Sangat super duper kuat. Ibu seorang guru madrasah yang 5 th telah sampai masa pensiunnya. Banyak yang dibanggakan dari seorang ibu. Aku salah satu pengefens beratnya, tapi sayangnya dua tahun an ini sikap beliau mengecewakanku. Dia tak lagi memberikan segala uangny...

Aku

Kalian mungkin akan bertanya tanya siapa 'aku' sebenarnya. Begitu seorang filsuf berkata. Aku adalah sebuah wadah dari jiwamu. Kalian jika menginginkan sebuah ketenangan, cukup hanya berhenti untuk melihat. Melihat sesuatu yang bukan kamu. Tak usah ngotot jadikan dirimu sebagai dia, jika dia juga berfikir ingin jadi kamu. Setiap manusia memang kodratnya harus bisa melihat. Itu alasan mengapa manusia selalu punya iri dan dengki. Dunia dicipta tidak untuk memikirkan kamu saja. Tapi kita harus selalu peduli dengan sekitar kita. Itu alasan manusia dicipta di dunia dengan beraneka ragam jenis. Kalau Tuhan hanya ingin kita mengenalnya saja, mungkin Dia mencipta kita di dalam rumahnya saja, tanpa ada rasa. Jadi, hubungan antar manusia itu juga ibadah.

Awal Kehidupan

Beradaptasi dengan udara baru adalah hal yang tak lazim bagiku. Tak pernah sekalipun jauh dari dekapan ibu. Iya... Ibuku... Bak darah dalam dagingku. Sekejap saja hilang dalam pandangan, entah bagaimana aku bisa jalani hidupku. Terpaksa ibuku sendiri yang membuat aku jauh dari zona paling nyaman. Jauh dengan ibuku. Terhitung sejak SMP hingga kini aku berusia 23 tahun bulan lalu, terbiasa bagiku untuk melakukan aktivitasku tanpa dibantu ibu, dan tanpa ada mulut bawelnya yang selalu dicercakan kepadaku. Selama tahun tahun itu, aku hanya bisa mengandalkan teman dan kawan. Bagiku hal terpenting dalam hidupku setelah keluarga adalah teman. 10 th hidupku selalu dalam perantauan. Jauh dengan keluarga, mungkin keluargaku lupa punya anak aku. Hahahahaaa..... Namun aku bersyukur karenanya membuat aku lebih dewasa. Tapi, kalau kalian belum pernah jauh dari rumah, patutlah kalian selalu bersyukur karena hidupmu bisa dibilang sangat bahagia tanpa perlu mencari kebahagiaan.

Perkenalan awal

Waktu silih berganti memanjakan tiap detik rasa dalam hati. Tak pernah ada dalam bayangan kita ini akan jadi apa. Perkenalkan, namaku ada saja. Kalian dapat memanggilku 'saja'. Seorang perempuan berusia 23 th bulan lalu, dan sarjana muda dengan IPK tak menyehatkan. Iiihhh... Saat ini, ragaku sedang dalam perantauan di Kota Malang. Pasti tahu kan dimana itu? Iya Malang, salah satu kota pariwisata di Indonesia. Bagiku selalu menyisakan setiap kenangan yang sangat menyakitkan. Seusiaku, aku belum pernah merasakan apa yang namnya pacaran. Iya... Benar.  Semoga tulisan awalku ini bisa menjadi teman hari" pembaca sekalian. Yang aku berharap, tak ada yang baca. Hehe...