Hati dan fikiranku

Entah aku tlah lama jauh dari rumah atau bagaimana. Tapi aku merasa keluargaku tak pernah menyayangiku. Ibuku, dia yang selalu mengerti aku tapi dulu. Sebelum fikirannya termakan oleh kebutuhan-kebutuhan yang menyebabkan hidupnya selalu diperbudak Uang.
Sudah lama ayahku yang bekerja sebagai tukang bangunan berhenti mencari nafkah. Baginya, di dunia ini hanya satu pekerjaan. Ya tukang bangunan saja, menyebabkan ia berputus asa dengan pekerjaan lain. Ia sakit, kakinya sulit digunakan untuk berjalan dengan baik. Kata dokter, ia terkena asam urat juga sarafnya terjepit akibat kecelakaan 7 th lalu. Wah lama juga,,,  ternyata ibuku menjadi penafkah tunggal sekitar 7 th yang lalu ya. Sangat kuat untuk ukuran wanita. Iya.... Sangat super duper kuat.
Ibu seorang guru madrasah yang 5 th telah sampai masa pensiunnya. Banyak yang dibanggakan dari seorang ibu. Aku salah satu pengefens beratnya, tapi sayangnya dua tahun an ini sikap beliau mengecewakanku. Dia tak lagi memberikan segala uangnya untukku. Entah karena apa kutanya apa aku punya salah pun ia menjawab tak ada.
Hari ini, detik ini dimana aku menulis post ini. Aku sedang butuh-butuhnya handphone baru dan laptop baru, yang keduanya telah masuk masa tenggang minta diganti. Tapi itu mustahil, tak ada yang kupunya. Entah itu tabungan, orang yang mau aku hutang, apalagi yang dengan rela membelikan.
Seperti aku sendiri di dunia ini. Kadang aku merasa Tuhan sangat tak adil, sangat jahat dengan kehidupanku. Bagaimana tidak, kehidupan keluargaku hancur,orang tuaku seperti bukan sepasang suami istri namun enggan bercerai hanya karena jaga image keluarga.
Adik ku masih SMP kelas satu. Dia juga lagi jauh dari rumah, ibuku mewajibkan kudua anaknya mondok ke pesantren.
Aku kadang berdoa, ambil saja aku ya Allah.... Berilah sisa umurku untuk ibuku atau adikku.
Aku sudah tidak kuat hanya urusan uang. Dia memang hanya sebuah kertas, tapi kertas itu Kau ciptakan untuk merusak seisi dunia. Siapa yang bisa hidup tanpa uang?
Aaahhhhh..... Aku mikir gini pun dosa

Comments

Popular posts from this blog

Semakin Sadar

Sadarku

Mata Kelembutan