Semakin Sadar

Malam ini ia datang, hatiku gembira sangat tak terkira. Kau merasa, hatiku menyentuhnya. Beberapa hal yang memenuhi pikiran yang tak kunjung terselamatkan. Harus sampai kapan aku bertahan dan melawan semua ketidakpastian? 
Malam ini ia lantang berkata "Mood ku jelek. Dan hanya bisa dengan satu cara. Tapi oleh orang lain" sakit sekali tertancap dihati, hanya dengan itu aku merasa sangat tersisihkan. Lagi lagi tanpa jeda dikepala dan perasaan. Seperti tercabik tak karuan aku dibuatnya. Sejauh apa aku harus menjaga kepura- puraan ini agar dia baik baik saja. 
Ternyata, tetap sama aku dimatanya hanya sebuah kerahasiaan saja. Dia tak pernah menjadikanku alasan dihidupnya. Hanya karena menutupiku dari belahan jiwanya, seakan-akan aku tak ada. Menghampiriku dengan mood berantakan, dan tetap saja aku bukan alasan dia berbaikan dengan moodnya yang tak karuan. 



Comments