Mata Kelembutan

Ku perkenalkan pada sosok dermawan nan indah tak terkira. 2024 aku pertama kali mendekatinya. Sebuah rasa yang tumbuh indah tanpa sengaja. Ia membuka pengalaman pertamaku bagaimana rasanya dicintai sejadi-jadinya oleh manusia. Matanya indah penuh kelembutan, senyumnya merekah penuh ketenangan, wajahnya berseri dengan mulut merekah penuh keseksian. 
Tuhan, sungguh bukan kepalang diriku dimabuk olehnya. 
Sikap baiknya, saat merengek, saat bermanja menambah rasaku tak bisa berpaling darinya. 
Aku sudah gila... Aku sudah kehilangan diriku. Tersedot oleh setiap ucapan manisnya, oleh setiap tingkah konyolnya, oleh setiap masa sakitnya. Aku cinta... aku tak bisa berpaling darinya...
Andai aku harus menanggung dosa demi memilikinya, maka aku siap menikmati cinta yang kau cipta dan takdirMu walaupun harus kutanggung kepahitan itu dalam nerakaMu. Ingin rasanya hanya aku dalam hatinya selalu, tanpa ada manusia lain menghuninya selain aku. Ingin rasanya ku miliki seluruh diri indahnya itu, dengan setiap penjagaan rasaku yang tak habis-habisnya untuknya. Namun, mengapa Tuhan? mengapa tidak demikian? 
Aku ingin bibir merahnya itu penuh canda tawa selalu, aku ingin hati tulusnya itu penuh ketenangan selalu, aku ingin dirinya yang kucinta itu penuh kebahagiaan selalu. Jauhkan dia dari orang orang yang menyakitinya walaupun jika memang itu aku...
Tuhan, mengapa Engkau menciptakan keindahan cinta itu untuk sesuatu yang tak mungkin kubisa gapai? 
Oh tuhan... Andaikan aku punya 1 detik saja memilih dunia atau dia, aku pastikan kupilih dia. Sang racun sekaligus obatku...

Comments

Popular posts from this blog

Semakin Sadar

Sadarku