MemandangMu

Kau lihat langit yang luas itu? Iya langit itu begitu luas. Entah di mana ujungnya. Begitu juga dengan diriku yang perlahan menghinakan nurani. Entah di mana batas manusia. Saling kenal, sapa, dan berdampingan. Begitu saja tanpa kita bisa menyutradarainya. Haha
Mungkin bagimu dunia ini sebuah kenyataan. Tapi bagiku seperti melayang. Tubuhku tidak menemukan tumpuan. Bagai berjalan tanpa tujuan. Lalu aku marah pada yang menciptakan. Dan begitu saja bersujud berpasrah saat aku terpuruk. Alam akhirat yang digadang"kan menjadi pijakan hidup selanjutnya ku rasa akan seasyik taman kota. Kau lihat dan rasa dunia ini, serasa banyak sekali yang harus kamu lakukan demi bisa bertahan menanti giliran panggilan. Kejam. Iya....
Hari ini aku lalui dengan sedikit senyuman. Entah karena apa. Biasanya aku hanya cemberut, bermalas-malasan atau lelah lunglai gitu. Jadi manusia itu susah susah gampang. Banyak alasan, banyak aturan, himbauan. Seperti manusia tak diciptakan demi kebebasan. Atau karena salah manusia dahulu yang terlalu ketat membangun kebudayaan?
Allah tuhanku. Kau maha segalanya kan. Aku percaya itu, mungkin Engkau sekarang sedang tersenyum melihatku menulis ini, atau bahkan saat sekelebat pikiran ini datang dlm hati? Aku tau itu...
Kau memang maha tahu Tuhan.
Ku beri tahu padamu. Aku memang kadang meragukanmu saat diriku sudah banyak meminta tapi Engkau tak menghiraukanku. Hayooo... Mengapa Tuhan? Apa karena aku kurang sopan ya? Hmmmm mungkin.
Sulapp dong dengan TanganMu ya Allah, jadi manusia yang baik menurutMu. Aku memandangMu dengan hati. Ada.... Beneran. Ah, Kamu pasti tahu hm

Comments

Popular posts from this blog

Semakin Sadar

Sadarku

Mata Kelembutan