Jalanku Selanjutnya
Empat tahun tak terasa. Atau memang sedikit terasa, mungkin tanpa kamu aku tidak bisa sampai titik ini. Mungkin diriku terlalu membebanimu. Iya, satu hal yang sampai saat ini aku syukuri. Aku mempunyai teman sepertimu. Sungguh aku sangat bersyukur. Dengan kereta beroda duamu yang setiap saat ada untukku. Dan pastinya seluruh waktumu, energimu, dan kamu. Meskipun aku tak terlalu tahu kamu,pun kamu tak begitu mengetahui setiap hal tentangku. Hampir, bahkan sering aku berfikir bahwa kebaikanmu hanya sekedar 'kasihan' layaknya teman teman lainnya. Tapi, aku mulai percaya bahwa aku yang tak punya rasa terimakasih pernah berfikir seperti itu. Dan memang kamu dikirim Tuhan untuk memperlancar rencanaNya. Sungguh sampai kapanpun aku takkan pernah bisa membalas apapun kepadamu, atas segala kebaikanmu. Sesuatu berjalan begitu adanya, aku menganggapmu saudara. Dengan tetap rasa tidak percaya diri, diriku yang seperti ini berteman denganmu. Dengan segala kelebihanmu yang satupun tak ada dalam diriku.
Setelah lulus aku mengajar di sebuah sekolah swasta tingkat SMK. Meski dengan gaji pas pas an, tapi aku bersyukur dengan kemampuanku yang pas pas an namun tetap bisa aku amalkan. Berkat orang tuaku dan tak lain juga kamu.
Comments
Post a Comment