Panah pertama

Saat ini hati memang tak ingin bergelayut dengan kata-kata, namun tanpa dunia ini semua tentang kata dan makna. Entah seberapa kau perlukan kata itu terus saja mengikutimu. Semua ini bukan tentang kamu dan aku saja,tapi semuanya. Bukan untuk keterpurukanmu saat ini,namun kebahagiaanmu nanti.
Kala itu saat hati ini mengalami hal sama sepertimu,kawan.
Cinta memang selalu indah untuk dirasakan namun begitu juga indahnya,pahitnya pun terus saja mencekam.
6 th lalu, mungkin saat itu aku tak seharusnya mendapat cinta pertamaku. Saat aku masih duduk dikelas 2 SMP. Rino,lelaki yang saat itu menjadi malaikat dalam hidupku,menjadi bintang dilangit tidurku,menjadi bak purnama dalam gelapku. Entah darimana asalnya rasa ini.

Cinta pada pandangaan pertama itu memang benar adanya. Ia melesat seperti halnya anak panah yg menancap indah dihati. Ia indah membawamu kesurga. Hidupmu akan seperti bidadari yang suci dengan bunga bertebaran disekitarmu,mungkin ini gambaran surga di dunia itu.

Matanya tajam menyusup ke bilik sanubariku dengan indah merasuk ke relung fikiranku dan hatiku. Sekali lg aku bertanya pd hati, darimana rasa ini berasal.

"Hmmm... Rino itu anak mana sih?" tanyaku penasaran pada salah seorang teman sekolahnya. "memangnya kenapa? Km mau sensus penduduk?" celetuk temanku usil. "iihh kamu ini,ya tanya saja... Dia lama yaa masuk sini,kok baru lihat dia?" tanyaku lebih menggali informasi. "yaaa, kamu ini, sudah dari tahun ajaran baru kali". Jawab temanku. "Ternyata tuhan menghadirkan cinta itu dengan sekenario terindah. Entah aku kemana,mengapa keindahan itu tuhan tanam baru sekarang". Gumam ku dalam hati menyunggingkan senyum dibibirku.

Comments

Popular posts from this blog

Semakin Sadar

Sadarku

Mata Kelembutan