Kekalahanku
Hallo... bertemu lagi kita.
Aku akan menceritakan hal yang diluar nalar manusia normal.
2 tahun ini aku dihadapkan oleh hal yang tak pernah kubayangkan sedikitpun.
Rasaku kembali tumbuh oleh seseorang yang datang membawa kasih sayang utuh. Ia berjanji, ia bermimpi memberi harapan tinggi kepadaku yang miskin cinta.
Meskipun dia telah bersuami, ternyata aku dikalahkan oleh sikap dan perhatiannya. Belum pernah ada seseorang datang dengan membawa begitu banyak cinta kepadaku.
Waktu berjalan hari demi hari serasa hidupnya dia berikan kepadaku.
Ungkapan sayang, rindu, cinta lewat cumbu dan rayu serasa begitu hebat menggetarkan jiwa.
Namun ditengah mabukku, aku lupa bahwa semua ini hanya angin lalu.
Dia akan memilih kehidupan normalnya, akan bertahan pada ikatan yang memilikinya dan disitu hatiku kelu.
Seperti telaga yang kekeringan... semua kosong, hampa dan tak tersisa.
Ternyata dia rela melakukan semua hal untuk orang yang dicintainya, tanpa aku mampu mendobrak pintu hatinya.
Katanya dia tak biasa sahur, tapi ternyata mampu ia lakukan demi suaminya.
Tak biasa ia tidur tanpa cahaya, namun ternyata bisa dengan bantuan suaminya. Pikirannya jauh tak tenang saat suaminya sakit dirumah, dan ternyata senyum manisnya mampu merekah saat ia terpaku pada chat saat ia menerima pesan suaminya. Terlihat normal dan wajar, tapi tak tau mengapa rasanya hatiku bagai tak mau hidup kembali.
Aku ingin menghilang dari bumi ini. Mengubur rasa dan diri sendiri. Aku merasakan sakit yang sama besarnya dengan rasa yang pertama kubuka.
Aku kalah oleh egoku, rasaku dan hatiku.
Aku tak berdaya lagi. Dan tak mampu memberi kesempatan jiwa bernafas lega.
Mengapa Tuhan memberi jika ternyata itu salah dan sementara.
Comments
Post a Comment